Sukses budidaya buah naga

  • Whatsapp

Buah naga dikelompokan kedalam keluarga tanaman kaktus. Di Indonesia, buah naga mulai populer sejak tahun 2000. Diperkirakan buah naga yang masuk ke Indonesia berasal dari Thailand dan dibudidayakan oleh para pehobi tanaman secara sporadis.

Buah naga merupakan salah satu buah yang menjadi Favorit di Indonesia. Buah naga banyak dibudidayakan karena terbukti memiliki prospek usaha yang menjanjikan dan memiliki kandungan nutrisi, diantara nya yaitu:

Muat Lebih

  • Air 90,20%
  • Karbohidrat 11,50%
  • Protein 0,53%
  • Lemak  0,40%
  • Serat  0,71%
  • Calcium 6-10 mg/100g
  • Fosfor 8,70%
  • Vitamin C: 9,40%

selain kandungan nutrisi yang sangat banyak. Manfaat buah naga diantara nya yiatu:

  1. Buah naga dapat digunakan sebagai bahan kosmetik dan kesehatan dengan fungsi  meningkatkan penglihatan dan mencegah hipertensi, meningkatkan kekebalan tubuh dan mencegah kanker.
  2. Perlindungan     lingkungan.    Buah    naga    menyerap C02 di malam hari dan melepaskan  oksigen untuk membersihkan udara.
  3. Buah naga  dapat  disajikan sebagai  sayur yang  lezat, memiliki gizi tinggi, segar,  kaya vitamin C. Suatu hasil riset  mengemukakan bahwa sulur buah naga  yang masih muda sangat  kaya akan gizi, dan  kandungan vitamin C
Sukses budidaya buah naga

Buah naga memiliki rasa yang yang enak, manis, kadang- kadang sedikit asam, dapat dikonsumsi sebagai buah segar, maupun diolah,  serta  sebagai  campuran   makanan  dan minuman  lainnya. Dalam melakukan budidaya buah naga, petani buah naga sukses memulainya dengan memahami syarat tumbuhnya

Di Indonesia sendiri, buah naga terdiri dari 6 jenis, yaitu:

  1. Buah naga Merah
  2. Buah naga Putih
  3. Buah Naga Super merah
  4. Buah naga Kuning
  5. Buah naga Orange dan
  6. Buah naga Hitam

Buah naga ini bisa tumbuh dengan baik pada suhu ideal berkisar 26-36 derajat celcius. Hal ini menjadi inspirasi petani pemula yang ingin mencoba melakukan budidaya buah naga.

Budidaya buah naga sangat cocok dengan kondisi iklim dan alam Indonesia. Tanaman ini tumbuh optimal pada ketinggian 0-350 meter dpl dengan curah hujan sekitar 720 mm per tahun. Suhu udara ideal bagi pertumbuhan buah naga berkisar 26-36 derajat celcius.

Langkah – langkah budidaya buah naga yaitu:

Pengelolahan Tanah

Untuk pengolahan tanah, kita bisa mencampur 10 kg pasir dengan tanah galian fungsinya untuk menambah porositas tanah. Kita campur tanah tersebut dengan pupuk kandang atau kompos yang telah matang dengan ukuran 10 sampai 20 kg.

Setelah itu kita bisa menambahkan dolomit atau kapur  pertanian sebanyak 300 gram.  Ukuran ini sangat penting untuk diperhatikan karena buah naga sangat membutuhkan kalsium dalam jumlah yang tinggi .

Timbunan tanah yang telah di campur media tersebut kemudian disiram dengan air secukupnya. Biarkan lubang tanam tersebut tertimbun tanah kembali dan mengering dengan bantuan sinar matahari.

Setelah kurang lebih dua sampai tiga hari kemudian, kita berikan pupuk TSP dengan ukuran 25 gram. Berikan pupuk dengan cara melingkar dengan jarak sekitar 10 cm dari tiang. Setelah kurang lebih satu hari, lubang tanam siap untuk ditanami.

Memilih Bibit Buah Naga

Tanaman buah naga bisa diperbanyak dengan cara generatif dan vegetatif. Cara generatif yaitu memperbanyak tanaman dari biji. Benih diambil dengan cara mengeluarkan biji dari buah naga terpilih. Cara ini sedikit sulit dan biasanya dilakukan oleh para penangkar berpengalaman.

Cara vegetatif relatif lebih banyak dipakai karena lebih mudah. Budidaya buah naga dengan cara vegetatif lebih cepat menghasilkan buah. Selain itu, sifat-sifat tanaman induk bisa dipastikan menurun pada anaknya.

Penanaman bibit

Pada masa awal pertumbuhan pupuk yang dibutuhkan harus mengandung banyak unsur nitrogen (N). Pada fase berbunga atau berbuah gunakan pupuk yang banyak mengandung fosfor (P) dan kalium (K). Pemakaian urea tidak dianjurkan untuk memupuk buah naga, karena sering mengakibatkan busuk batang.

Penyiraman bisa dilakukan dengan mengalirkan air pada parit-parit drainase. Selain itu juga bisa menggunakan gembor atau irigasi tetes. Sistem irigasi tetes lebih hemat air dan tenaga kerja namun perlu investasi yang cukup besar.

Pemanenan

Tanaman buah naga berumur panjang. Siklus produktifnya bisa mencapai 15-20 tahun. Budidaya buah naga mulai berbuah untuk pertama kali pada bulan ke 10 hingga 12 terhitung setelah tanam. Namun apabila ukuran bibit tanamannya lebih kecil, panen pertamanya bisa mencapai 1,5-2 tahun terhitung setelah tanam. Produktivitas pada panen pertama biasanya tidak langsung optimal.

Ciri-ciri buah yang siap panen adalah kulitnya sudah mulai berwarna merah mengkilap. Jumbai buah berwarna kemerahan, warna hijaunya sudah mulai berkurang. Mahkota buah mengecil dan pangkal buah menguncup atau berkeriput. Ukuran buah membulat dengan berat sekitar 400-600 gram.

Pos terkait