Mengetahui Pakan dan Nutrisi Hewan “Bisnis Menguntungkan”

  • Whatsapp

Kekuatan pasar dalam sistem pangan global berubah setiap hari. Para pelanggan menginginkan jaminan cara protein hewani mereka diproduksi.

Sama halnya seperti pelaku bisnis lainnya, kesuksesan seorang peternak dapat dilihat dari besarnya peternakan yang dimiliki. Besar atau kecilnya peternakan diukur dari jumlah ternak, serta kuantitas dan kualitas produksi. Jika kualitas barang ditentukan oleh bahan bakunya, kualitas hasil ternak ditentukan oleh pakan ternak yang diberikan.

Muat Lebih

Pakan merupakan hal yang sangat penting dalam usaha peternakan, bahkan dapat dikatakan bahwa keberhasilan suatu usaha peternakan tergantung pada manajemen pakan. Kebutuhan pakan dari tiap-tiap ternak berbeda-beda sesuai dengan jenis, umur, bobot badan, keadaan lingkungan dan kondisi fisiologis ternak. Pakan harus mengandung semua nutrient yang dibutuhkan oleh tubuh ternak, namun tetap dalam jumlah yang seimbang. Nutrien yang dibutuhkan oleh ternak antara lain karbohidrat, lemak, protein, vitamin, air dan unsur anorganik serta mineral.

Mengetahui Pakan dan Nutrisi Hewan “Bisnis Menguntungkan”

Standar kebutuhan pakan harus yang digunakan sebagai acuan kebutuhan ternak disesuaikan dengan kondisis ternak disertai dengan tabel komposisi pakan yang menyediakan Pakan dan Nutrisi Hewan 2 informasi berhubungan dengan komposisi nutrisi pakan yang digunakan .

Beberapa strategi untuk menghindari pakan berlebih antara lain :

  1. Mengelompokkan dan memberi pakan ternak sesuai dengan kebutuhan nutrisinya
  2. Membuat rasio nutrisi
  3. Pemeliharaan pakan sesuai spesifikasi nutrisi

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kebutuhan zat-zat pakan dan memperlihatkan hubungan-hubungan yang mempengaruhi pertumbuhan, perkembangan, reproduksi dan kualitas produksi. Dari faktor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan zat-zat pakan dan yang sangat penting untuk diperhatikan adalah hubungan-hubungan antara :

  • makanan dan genetik
  • makanan dan penyakit dan cekaman-cekaman lainnya
  • hubungan-hubungan lain yang menyangkut fungsi khusus untuk tujuan produksi misalnya untuk menjaga ualitas telur omega tiga

Bahan pakan harus seimbang dalam menyediakan zat makanan yang dapat digunakan untuk membangun dan menggantikan bagian tubuh yang rusak, serta memberikan energi untuk produksi seperti susu, telur, daging, dan wool. Seperti pada sapi perah zat makanan yang baik untuk hidup pokok dan hidup produksi terdiri dari protein, energi, mineral, vitamin, dan air.

Energi yang dibutuhkan diperoleh dari lemak, dan protein, sedangkan kebutuhan energi terbesar diperoleh dari karbohidrat. Sapi perah sebaiknya dikelompokkan dan diberi pakan menurut produksi susu dan status produksinya Nutrisi yang harus diseimbangkan untuk ternak antara lain protein, energi, kalsium, dan phosphor.

Protein merupakan sumber energi yang mahal dibandingkan karbohidrat dan lemak. Penyeimbangan rasio (ransum yang seimbang) juga bisa menghemat uang dengan mencegah pemberian pakan yang berlebih dari jenis nutrisi yang mahal seperti protein.

Pengetahuan akan nutrisi pakan ternak sangat membantu dalam mengolah ransum ternak. Pakan ternak yang baik harus mengandung nutrisi lengkap, yang terdiri dari protein, karbohidrat, lemak, air, vitamin, dan mineral. Negara kita memiliki sumber bahan pakan ternak yang sangat melimpah dan bernutrisi tinggi, misalnya dari limbah pertanian maupun limbah industri.

Hal – hal yang harus di perhatikan dalam mengelola pakan yaitu:

Bahan Pakan Ternak

Bahan pakan adalah seluruh jenis bahan yang sebagian maupun seluruhnya dapat dimakan dan dicerna oleh ternak tanpa mengganggu kesehatan ternak. Bahan pakan bisa berasal dari tanaman maupun non tanaman. Kualitas bahan pakan ternak sangat tergantung pada kandungan nutrisi dan komposisi kimianya, juga kandungan zat anti-nutrisi di dalamnya.

Jenis-Jenis Pakan Ternak

Selain berdasarkan sumbernya, pakan ternak juga bisa dibedakan menjadi 6 jenis, yaitu:

  1. Pakan Kasar
  2. Pakan Penguat (Konsentrat)
  3. Pakan Tambahan
  4. Pakan Fermentasi
  5. Vitamin
  6. Mineral

Pos terkait