Cara Menanam dan Merawat Timun Baby Sampai Panen

  • Whatsapp

Timun baby sekarang tengah menjadi trend di kalangan petani.

Hal ini karena sekarang permintaan pasar akan ketersediaan timun baby ini lagi tinggi-tingginya.

Muat Lebih

Selain hal di atas, tanaman timun baby ini tidak membutuhkan waktu yang lama untuk dipanen.

Dengan begitu para petani lebih cepat mendapatkan hasil.

Timun ini disebut timun baby dikarenakan jenis timun ini memiliki ukuran lebih kecil dibandingkan dengan timun pada umumnya.

Selain ukurannya ada juga tekstur buahnya yang lebih renyah dan memiliki jumlah biji yang sedikit.

Sehingga timun baby ini cocok diolah menjadi acar atau juga bisa menjadi sebagai lalapan.

Jika kalian tertarik untuk menanam timun baby ini, kami akan memberikan langkah-langkah yang harus kalian lakukan.

Dari memilih benih timun, menanam sampai dengan merawatnya agar menghasilkan panen timun yang baik.

Cara Menanam dan Merawat Timun Baby Sampai Panen
Cara Menanam dan Merawat Timun Baby Sampai Panen

Memilih Benih Timun Baby

Sebelum kalian melakukan proses penanaman ada baiknya kalian harus memilih benih timun baby yang baik dan berkualitas.

Beberapa hal yang harus kalian perhatikan saat memilih benih, apalagi jika kalian seorang pemula. Mari kita bahas sekarang

1. Pilihlah benih yang bersertifikat dan berkualitas serta terdaftar juga secara resmi di kementrian bpertanian.

2. Jangan malu untuk bertanya kepada penjual benih timun baby yang biasanya digunakan dan dipakai oleh para petani pada umumnya.

3. Jangan lupa untuk selalu periksa tanggal kadaluarsa pada label produk, jangan memilih benih yang memiliki masa kadaluarsa yang sudah dekat.

4. Perhatikan juga infotmasi yang tertera di dalam produk kemasan, mulai dari kemampuan kecambah, produktivitas hasil serta dari daya tumbuh kecambah.

5. Letakkan dan simpan benih pada tempat yang sejuk serta tidak terkena paparan sinar matahari langsung.

6. Jika kalian ingin melakukan persemaian, maka benih harus disortir dengan cara meredam benih di dalam air dan hanya menggunakan benih yang ada di bawah permukaan air atau benih yang tenggelam.

Sebaliknya jika ada benih yang terapung maka buang benih tersebut, karena memiliki kualitas yang buruk.

Cara menanam timun baby

Persemaian Benih :

Persemaian dilakukan jika kalian ingin mendapatkan tanaman yang berkualitas dan memiliki daya tumbuh yang baik.

Persemaian juga dilakukan agar memudahkan tanaman tersebut beradaptasi dengan baik saat dipindahkan.

Cara persemaian adalah:

Benih tanaman di semai ke dalam polybag yang berisi media tanam.

Media tanam tersebut yaitu berupa campuran tanah dan pupuk kandang atau kompos.

Setelah itu ditumbuhkan selama kurang lebih dua minggu atau sampai bibit timun baby siap di pindahkan ke lahan tanam.

Pesiapan Lahan Tanam:

Sebelum dipindahkan lahan tanam harus diolah terlebih dahuku.

Lahan tanam diolah dengan cara tradisional yaitu mencangkul tanah.

Jika ingin lebih cepat kalian bisa menggunakan bajak.

Tahap selanjutnya yaitu lahan tanam yang sudah diolah dibuat bedengan dengan ukuran yang ideal.

Ukuran ini sekitar lebar 1 meter dan panjang 5 meter dengan kedalaman 30 cm.

Bisa juga kalian sesuaikan dengan luas lahan yang dimiliki.

Selanjutnya kalian buat lubang tanam dengan kedalaman sekitar 20 cm dengan jarak antara lubang tanam yaitu 50 x 50 cm.

Jika kalian ingin meningkatkan kesuburan pada lahan tanam kalian juga bisa menambahkan pupuk kandang ke dalam setiap lubang.

Dosis yang disarankan yaitu satu sampai 3 kilogram maksimalnya.

Setelah selesai maka biarkan selama seminggu atau sampai bibit siap dipindahkan.

Pindah Tanam :

Jika lahan tanam dan bibit sudah siap, maka bisa dilakukan pindah tanam.

Disarankan untuk kalian jika ingin pindah tanam lakukan pada pagi hari atau sore hari.

Hal tersebut dilakukan agar tanaman lebih mudah beradaptasi.

Pemindahan tanaman dengan cara membuka polybag lalu menaruhnya beserta tanah ke dalam lubang tanam.

Pastikan kalian memilih bibit yang sehat dan baik, sehingga pertumbuhan tanaman akan lebih optimal.

Merawat Tanaman Timun Baby

Perawatan timun baby relatif hampir sama yaitu pemupukan, pembuatan para-para dan pemangkasan.

a. Pemupukan

Agar kalian mendapatkan buah mentimun baby yang lebat dan berkualitas baik maka jangan lupakan pemupukan.

Pupuk bisa menggunakan pupuk organik yaitu berupa pupuk kandang atau kompos.

Kalian juga bisa menggunakan pupuk anorganik yaitu berupa pupuk NPK, KCL serta pupuk semprot buah.

Jika menggunakan pupuk NPK, berikan sejak tanaman berumur 2 minggu setelah tanam.

Dosis awal yang diberikan yakni 5 gram/ tanaman dan dosis maksimal mencapai 10 gram/ tanaman sampai umur 2 bulan setelah tanam.

Jika sudah dilanjutkan dengan pemberian pupuk KCL pada saat tanaman mulai berbunga.

Pupuk diberikan dengan dosis sebesar 10 gram/ tanaman.

Terakhir menyemprotkan pupuk buah pada saat tanaman mulai menghasilkan buah dengan dosis 25 gram/ liter.

b. Pembuatan Para Para

Para para dibutuhkan untuk tanaman timun baby agar sulurnya dapat merambat dan buahnya tumbuh teratur.

Selain hal di atas pembuatan para para juga akan memudahkan proses panen.

Para para dibuat menggunakan bambu dan dibuat waktu tanaman berumur 2 minggu setelah tanam.

c. Pemangkasan

Bila ada sulur daun yang terlalu lebat maka lakukanlah pemangkasan.

Jika kalian melakukan pemangkasan sebaiknya sisakan 3 sampai 4 buah sulur, hal ini agar tanaman lebih cepat buah.

Selain itu manfaat lainnya untuk menjaga kualitas buah juga bisa lakukan pemangkasan buah.

Agar buah yang dihasilkan memiliki ukuran yang seragam dan optimal. Sekian informasi yang dapat kami bagikan semoga bisa bermanfaat dan terimakasih.

Pos terkait