Budidaya Buah Kenitu

  • Whatsapp

pernah dengar buah kenitu? yang biasa kita sebut dengan sawo duren.

Sawo duren (Chrysophyllum cainito) merupakan jenis buah dari suku sawo-sawoan (Sapotaceae). Buah ini dikenal juga dengan nama sawo apel, sawo ijo atau apel ijo (Jawa), sawo hejo (Sunda), sawo kadu (Banten), kenitu atau manécu (Jatim), dan sawo manila (Lampung).

Muat Lebih

Sawo duren berasal dari dataran rendah Amerika Tengah dan Hindia Barat. Namun, sawo duren telah menyebar ke seluruh daerah tropis. Di Asia Tenggara, sawo duren banyak ditanam di Filipina, Thailand dan Indocina bagian selatan.

Budidaya Buah Kenitu

Daging buahnya yang lembut dan manis bikin para penikmatnya ketagihan. Tapi, di beberapa tahun terakhir ini buah kenitu justru jarang ditemui. Padahal, buah satu ini nggak cuma enak, tapi juga banyak manfaat. Diantara manfaat nya yaitu:

  1. Daun nya dapat digunakan untuk bermacam obat seperti diare, diabetes, hingga reumatik.
  2. Digunakan untuk obat herbal berstandar diabetes melitus
  3. Bagus untuk diet, kenitu rendah akan lemak dan dan kalori. Buah satu ini juga mengandung banyak serat hingga cukup untuk kebutuhan harian.

Pohon kenitu ini selalu hijau dan cepat tumbuh dengan ketinggian dapat mencapai 30 m. Daun kenitu tunggal berwarna coklat-keemasan. Buah kenitu atau sawo manila ini buni berbentuk bulat hingga bulat telur sungsang dengan berdiameter sekitar 5–10 cm, memiliki kulit licin mengkilap berwarna coklat keunguan atau hijau kekuningan hingga keputihan.

Daging buahnya berwarna putih atau keunguan, bertektur lembut dan banyak mengandung sari buah dengan rasa manis, Endokarp berwarna putih, terdiri dari 4-11 ruang yang memiliki bentuk mirip bintang jika dipotong melintang. Biji dalam buahnya sekitar 3-10 butir, dengan bentuk pipih agak bulat telur, berwarna coklat muda hingga hitam keunguan, keras dan berkilap.

Sawo duren ini umumnya dikonsumsi sebagai buah segar, bahan baku es krim atau serbat. Banyak bagian pohon yang berkhasiat obat; seperti kulit kayu, getah, buah dan bijinya. Rebusan daunnya dapat digunakan untuk membantu menyembuhkan diabetes dan rematik. Kulit kayunya dapat dihasilkan obat kuat dan obat batuk.

Kenitu mempunyai pohon yang cukup tinggi hingga mencapai 30 meter. Batangnya berkayu dengan warna cokelat yang mengeluarkan getah pekat warna putih jika dilukai. Daunnya tunggal dengan warna keemasan dibagian bawahnya, sementara bagian atas mempunyai warna hijau di permukaannya.

Buah kenitu berwarna hijau saat masih muda dan berwarna kekuningan jika sudah matang. Kulit buah ini sangat tebal dan terkadang masih ada getah putih yang lengket. Dagingnya mempunyai warna putih keunguan dengan tekstur lembut dan rasanya manis.

Selain isi buah dengan warna putih. Sejumlah petani juga berhasil melakukan pembudidayaan buah ini dengan warna ungu atau kemerahan.

Budidaya buah kenitu yaitu:

Syarat Tumbuh

Sawo Duren dapat tumbuh dengan subur di hampir semua jenis tanah dan dalam kisaran iklim yang luas. Di seluruh Asia Tenggara tanaman ini tumbuh baik di dataran rendah hingga ketinggian 400 mdpl. Tempat tumbuh yang lebih disenangi yaitu tanah yang sedikit asam dan mudah dikeringkan.

Persiapan Bibit

Perbanyakan dan penanaman Sawo Duren dapat dilakukan melalui benih, cangkokan, sambungan sanding (inarching), sambungan biasa (grafting) dan tempelan (budding).

Benih yang berasal dari buah yang matang dikecambahkan terlebih dahulu sedalam 1 cm dengan jarak 2-3 cm dalam kotak perkecambahan atau di persemaian yang disiram secara teratur. Jika benih tersebut sudah memiliki 3-5 helai daun, bibit dapat dipindahkan ke pot. Selanjutnya lakuikan penyiraman secara teratur dan jangan lupa berikan naungan.

Proses Menanam

Setelah bibit berumur sekitar 6-8 bulan anakan ini dapat dijadikan batang bawah. Jika hendak ditanam di lahan tanam atau kebun, maka jarak tanam yang digunakan bisa sekitar10-12 m.Penanaman sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan.

Perawatan

Lakukan penyiangan di sekeliling pohon Sawo Duren secara teratur dan penyiraman secara teratur pada musim kemarau. Jika pohon sedang tidak berbuah lakukan pemupukan sebanyak dua kali setahun menggunakan amonium sulfat dengan dosis 150-200 g/pohon Pada saat-saat awal pembuahan, lakukan pemupupukan sebanyak 500 g pupuk lengkap, pupuk tersebut diberikan sebanyak dua kali dalam setahun.

Agar pohon sawo duren dapat tumbuh maksimal, dibutuhkan sekitar 3 kg atau lebih pupuk lengkap dalam setahun. Pupuk tersebut diberikan pada awal dan menjelang akhir musim hujan, cara pemberian pupuk tersebut yaitu dibenamkan ke dalam galian yang dibuat mengelilingi pohon atau dimasukkan ke dalam lubang dangkal di bawah kanopi pohon.

Proses Panen

Pohon sawo duren biasanya menghasilkan buah setelah berumur 5-6 tahun tanam. Pemanenan sawo duren ini hendaknya dilakukan secara selektif, karena buah yang ada di pohon tidak akan masak bersama-sama. Cara memanen buah sawo duren ini yaitu dengan cara memotong tangkainya dengan gunting atau dengan menggunakan galah bambu panjang yang ujungnya diberi jaring.

Pos terkait