Budidaya buah jeruk Segar

  • Whatsapp

Budidaya jeruk merupakan salah satu praktik bercocok tanam yang tidak begitu susah dilakukan. Buah yang kaya akan vitamin C dan mineral. Dengan rasa yang khas, yang asam, asam-manis, buah jeruk bias langsung kita nikmati maupun dibuat minuman atau sari buah. Buah ini selalu dicari-cari oleh ibu-ibu rumah tangga sebagai buah yang sering dikonsumsi. Manis tidaknya jeruk tergantung cara budidayanya.

Tanaman jeruk adalah tanaman buah tahunan yang berasal dari Asia. Cina dipercaya sebagai tempat pertama kali jeruk tumbuh. Sejak ratusan tahun yang lalu, jeruk sudah tumbuh di Indonesia baik secara alami atau dibudidayakan. Tanaman jeruk yang ada di Indonesia adalah peninggalan orang Belanda yang mendatangkan jeruk manis dan keprok dari Amerika dan Itali.

Muat Lebih

Budidaya buah jeruk Segar

Manfaat Tanaman

  • jeruk sebagai makanan buah segar atau makanan olahan, dimana kandungan vitamin C yang tinggi.
  • Di Beberapa negara telah diproduksi minyak dari kulit dan biji jeruk, gula tetes, alkohol dan pektin dari buah jeruk yang terbuang. Minyak kulit jeruk dipakai untuk membuat minyak wangi, sabun wangi, esens minuman dan untuk campuran kue
  • Beberapa jenis jeruk seperti jeruk nipis dimanfaatkan sebagai obat tradisional penurun panas, pereda nyeri saluran napas bagian atas dan penyembuh radang mata.

Di luar negeri jeruk merupakan komoditi buah-buahan yang sangat penting dengan nilai ekonomi tinggi. Tendensi permintaan buah-buah internasional termasuk jeruk akan meningkat, selain itu diperkiraan permintaan pasar dalam negeri akan meningkat sebesar 10 % per tahun.

Konsumsi jeruk di Indonesia hanya 2,7 kg/orang/tahun, masih jauh dari konsumsi ideal sebesar 6,4 kg/orang/tahun. Dengan konsumsi ideal, diperlukan 1,3 juta ton jeruk/tahun, padahal produksi jeruk di tahun 1996 hanya 793.810 ton/tahun yang saat ini tidak bergerak banyak. Untuk itu masih diperlukan penambahan 50.129 ha kebun jeruk.

Prospek agribisnis jeruk di Indonesia semakin baik karena lahan pertanian untuk buah-buahan meliputi areal jutaan hektar dan potensi peningkatan produksi jeruk juga tinggi karena selama ini kebun jeruk umumnya diusahakan secara tradisional. Selain itu, jeruk merupakan komoditas buah-buahan yang harganya relatif stabil.

Hal – hal yang perlu diperhatikan dalam budidaya buah jeruk adalah:

Menyiapkan Bibit

Bibit yang siap tanam sebaiknya dipilih yang:

  • Segar (vigor) dan bebas penyakit
  • Memiliki asal usul induk yang jelas memiliki kualitas buah yang baik
  • Sebaiknya hasil okulasi mata tempel dari Blok Penggandaan Mata Tempel (BPMT) pada batang bawah di dalam poliba Tinggi tanaman ±50-75 cm
  • Pertumbuhan serta perakarannya normal. Untuk penanaman bibit di lahan kering, pilih bibit yang sudah diokulasi. Sedangkan di lahan basah berokulasi-cangkok atau okucang.

Iklim

  • Kecepatan angin yang lebih dari 40-48% akan merontokkan bunga dan buah. Untuk daerah yang intensitas dan kecepatan anginnya tinggi tanaman penahan angin lebih baik ditanam berderet tegak lurus dengan arah angin.
  • Tergantung pada spesiesnya, jeruk memerlukan 5-6, 6-7 atau 9 bulan basah (musim hujan). Bulan basah ini diperlukan untuk perkembangan bunga dan buah agar tanahnya tetap lembab. Di Indonesia tanaman ini sangat memerlukan air yang cukup terutama di bulan Juli-Agustus.
  • Temperatur optimal antara 25-30 derajat C namun ada yang masih dapat tumbuh normal pada 38 derajat C. Jeruk Keprok memerlukan temperatur 20 derajat C.
  • Semua jenis jeruk tidak menyukai tempat yang terlindung dari sinar matahari.
  • Kelembaban optimum untuk pertumbuhan tanaman ini sekitar 70-80%.

Penanaman

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam proses penanaman:

  1. Buang polibag
  2. Periksa akar tanaman
  3. Gunting akar yang busuk atau bengkok.
  4. Apabila akar tunggang bengkok melilit jangan ditanam.

Pemeliharaan Tanaman

Ada beberapa tahap dalam pemeliharaan, yaitu:

Penyulaman
Dilakukan pada tanaman yang tidak tumbuh.

Penyiangan
Gulma dibersihkan sesuai dengan frekuensi pertumbuhannya, pada saat pemupukan juga dilakukan penyiangan.

Pembubunan
Jika ditanam di tanah berlereng, perlu diperhatikan apakah ada tanah di sekitar perakaran yang tererosi. Penambahan tanah perlu dilakukan jika pangkal akar sudah mulai terlihat.

Pemangkasan
Pemangkasan bertujuan untuk membentuk tajuk pohon dan menghilangkan cabang yang sakit, kering dan tidak produktif/tidak diinginkan. Dari tunas-tunas awal yang tumbuh biarkan 3-4 tunas pada jarak seragam yang kelak akan membentuk tajuk pohon. Pada pertumbuhan selanjutnya, setiap cabang memiliki 3-4 ranting atau kelipatannya. Bekas luka pangkasan ditutup dengan fungisida atau lilin untuk mencegah penyakit. Sebaiknya celupkan dulu gunting pangkas ke dalam Klorox/alkohol. Ranting yang sakit dibakar atau dikubur dalam tanah.

Cara Panen

Buah dipetik dengan menggunakan gunting pangkas.

Perkiraan Produksi
Rata-rata tiap pohon dapat menghasilkan 300-400 buah per tahun, kadang-kadang sampai 500 buah per tahun. Produksi jeruk di Indonesia sekitar 5,1 ton/ha masih di bawah produksi di negara subtropis yang dapat mencapai 40 ton/ha.

Pos terkait